Guru BK Masuk Kelas atau Tidak di Kurikulum 2013 ?

Peran Guru BK di dalam kurikulum 2013 secara ekplisit memang tidak ada keterangan jelas, apakah guru BK harus masuk kelas atau tidak. Ini menjadi polemik bagi beberapa guru BK dan pihak sekolah. Di dalam kurikulum 2013 ini peran Guru BK memang lebih ditekankan kepada pelayan dan peminatan peserta didik agar nantinya tercapai kematangan karir di masa depan.

Namun bukan berarti menghapus seluruh kegiatan klasikal, karena bagaimanapun kegiatan klasikal menjadi salah satu bentuk aplikasi dari beberapa layanan BK seperti penyampaian layanan informasi tentang bahaya rokok, miras, tawuran dan materi lainya. Kegiatan klasikal juga sebagai media untuk menjalin kedekatan emosional antara Guru BK dan peserta didik.

Sangat disayangkan cukup banyak kepala sekolah yang tidak memahami peran guru BK disekolah, sehingga tidak jarang guru BK hanya diposisikan sebagai polisi sekolah atau hanya menangani anak-anak nakal yang bermasalah. Kendati pelayanan BK diberikan ketika diluar jam pelajaran pun, tentunya hal ini mengganggu jam istirahat peserta didik, apalagi jika layanan yang diberikan tidak begitu urgen.

Pemanggilan guru BK diluar jam pelajaran hanya akan menjadikan peserta didik merasa tidak nyaman, karena jam istirahat peserta didik yang hanya sebentar telah tersita. Begitu juga sebelum dan sesudah pulang sekolah, maka kepala sekolah harus memahami bagaimana fungsi guru BK sebagai konselor disekolah.

Peran Guru BK di Kurikulum 2013

Alasan Guru BK Wajib Masuk Kelas (Kegiatan Klasikal)


Jika benar Guru BK tidak dapat memposisikan diri dengan jam tatap muka terjadwal per minggunya, maka salah satu komponen pelaksanaaan BK yakni "STRATEGI PELAKSANAAN PELAYANAN DASAR"  dikhawtirkan tidak akan berjalan dengan baik. Karena dalam strategi pelaksanaan pelayanan dasar yang di dalamnya meliputi :

1.  Bimbingan Klasikal: Program yang dirancang menuntut konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada para peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau brain storming (curah pendapat).

2.  Layanan Orientasi: Pelayanan ini merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama lingkungan Sekolah/Madrasah, untuk mempermudah atau memperlancar berperannya mereka di lingkungan baru tersebut. Pelayanan orientasi ini biasanya dilaksanakan pada awal program pelajaran baru. Materi pelayanan orientasi di Sekolah/Madrasah biasanya mencakup organisasi Sekolah/Madrasah, staf dan guru-guru, kurikulum, program bimbingan dan konseling, program ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana prasarana, dan tata tertib Sekolah/Madrasah.

3.   Layanan Informasi; Yaitu pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet).

4.  Bimbingan Kelompok; Konselor memberikan pelayanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok-kelompok kecil (5 s.d. 10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini, adalah masalah yang bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia, seperti : cara-cara belajar yang efektif, kiat-kiat menghadapi ujian, dan mengelola stress.

5.   Himpunan Data (Aplikasi Instrumentasi); Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang pribadi peserta didik, dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.

Jika Guru BK tidak memiliki jam terjadwal untuk tatap muka khususnya di dalam kelas, maka dikhawatirkan Guru BK tidak dapat melaksanakan tugas secara maksimal. Walaupun diyakini bahwa Guru BK tetap harus bisa kreatif dan berinovatif walaupun tanpa jam masuk kelas/tatap muka dengan terjadwal, demi anak-anak penerus bangsa.  Namun tetap diharapkan posisi Guru BK mendapatkan legalitas yang jelas, khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Kurikulum 2013.

Guru BK Tetap Masuk Kelas Bahkan Wajib Sebagai Jam Tambahan

Kinerja BK di kurikulum 2013 sesuai dengan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 ini lebih memiliki banyak tuntutan, oleh karena itu guru BKdi Kurikulum 2013 tetap masuk kelas/wajib masuk kelas dengan memasukkan kegiatan klasikal kedalam mata pelajaran tambahan, sebagaimana mata pelajaran muatan lokal. 

Demikian ulasan mengenai artikel dengan judul Guru BK Masuk Kelas atau Tidak di Kurikulum 2013 ?. Semoga bermanfaat bagi bapak/ibu guru BK yang masih bimbangan tentang kinerja guru BK di kurikulum 2013.

Discaimer: Kami tidak bertanggung jawab dunia akhirat terhadap iklan yang tampil di blog, karena iklan berasal dari advertiser dan blog ini hanya sebagai media. Semua penggunaan konten (video, gambar, dan teks) Gratisiana.Net diambil dari label yang bebas untuk didistribusikan. Jika Anda menemukan pelanggaran hak cipta, silahkan hubungi kontak kami. Dengan senang hati kami akan segera menghapusnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Guru BK Masuk Kelas atau Tidak di Kurikulum 2013 ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel